Ribet dengan kabel yang berseliweran di lantai, dinding, atau bawah meja untuk menyalakan TV, setrika, dan alat elektronika lainnya? Jangan khawatir, beberapa tahun lagi kabel tak lagi diperlukan karena para peneliti telah mengembangkan penyalur listrik nirkabel.
Para peneliti di Universitas Tokyo, Jepang mengembangkan lembaran plastik yang dapat menyalakan alat elektronika di dekatnya. Jika diletakkan sebagai alas meja, lembaran tersebut dapat menyalurkan energi listrik untuk menyalakan laptop. Bila digunakan sebagai pelapis dinding, mungkin dapat menyalakan layar TV yang digantung di dekatnya.
Hal tersebut dapat dilakukan karena struktur material yang membentuk lembaran plastik tersebut dapat membangkitkan listrik induksi pada kumparan khusus yang dipasang di perangkat elektronika. Seperti dijelaskan dalam jurnal Nature Materials edisi terbaru, lapisan paling dasar lembaran tersebut berupa rangkaian transistor yang terbuat dari pentacene, molekul-molekul organik yang dapat diatur sifat konduktivitasnya. Di atasnya terdapat rangkaian kumparan tembaga untuk memindai apakah ada kumparan serupa di dekatnya.
Jika diketahui ada kumparan yang serupa, saklar mikroelektromekanik (MEMS) di lembaran plastik akan mengaktifkan rangkaian. Kumparan-kumparannya kemudian menghasilkan gelombang listrik yang menginduksi kumparan sejenis di perangkat elektronika. Untuk menghasilkan induksi listrik di antara dua kumparan dibutuhkan jarak kurang dari 2,5 centimeter.
Dalam percobaan, lembaran plastik seukuran majalah setebal satu milimeter dan seberat 50 gram saja dapat mengirimkan listrik 40 watt yang cukup untuk menyalakan lampu bohlam atau laptop mini. Bahkan, para peneliti berhasil mendemonstrasikan bagaimana sebuah LED (light emitting diode>) dapat menyala meski hanya dibiarkan di dasar akuarium berisi ikan yang diletakkan di atas lembaran plastik. Para peneliti mengklaim efisiensi daya yang ditransmisikan mencapai 81,4 persen sehingga radiasi elektromagnetiknya relatif kecil.
Teknik menyalurkan listrik secara nirkabel bukanlah hal yang baru. Beberapa perangkat elektronika di pasaran, misalnya sikat gigi elektrik, telah dilengkapi sistem sejenis sehingga baterainya dapat diisi hanya dengan meletakkannya di dekat sumber listrik khusus. Beberapa perusahaan juga telah menawarkan papan khusus sehingga untuk mengisi baterai ponsel, misalnya, pengguna cukup meletakkannya di atas papan tersebut.
Tapi, kebanyakan alat pembangkit listrik induksi terbuat dari lembaran silikon yang mahal dan kaku. Sedangkan lapisan berbahan plastik yang baru dikembangkan flesisbel dan relatif lebih murah. Dengan teknik pencetakan ink-jet untuk membuat rangkaian transistor dan saklar serta teknik sablon untuk membuat lapisan kumparannya, lembaran plastik dapat dibuat sangat tipis dan ringan. Sejumlah perusahaan telah tertarik untuk berinvestasi pada teknologi ini dan saat ini ditargetkan dapat diproduksi dengan harga 100 dollar AS untuk setiap meter persegi.
Tapi, jangan dulu sisihkan kabel Anda. Para penelitinya saja memprediksi teknologi ini baru ekonomis lima tahun lagi. Selain itu, perlu dukungan para produsen elektronika agar kumparan khusus yang dapat menyalurkan listrik terpasang. Kelak semuanya terpenuhi, Anda dapat menikmati kenyamanan di dalam rumah tanpa harus terganggu dengan kabel.
Baca Juga:
